by

3 Beban Berat Sarri Tangani Juventus, Tanda Kegagalan?

Maurizio Sarri telah resmi menjadi pelatih baru Juventus pada musim mendatang, ini tentu memberikan haluan berbeda. Mantan pelatih Napoli ini pernah berjaya dan mengantarkan Napoli di posisi runner up, tepat di bawah Juventus. Namun keberuntungan tak berpihak saat bersama Chelsea, apakah kali ini sukses dengan Si Nyonya Tua.

Pelatih yang kini berusia 60 tahun tersebut, kabarnya menerima pinangan Juventus karena faktor usia dan ingin lebih dekat dengan keluarga. Maklum saja, Sarri kini sudah mulai senja dan ingin lebih banyak waktu dengan keluarga, dimana sebelumnya waktu dan tenaga hanya untuk sepak bola. Sebenarnya Sarri tidak bisa dinilai gagal total mengurus The Blues, terbukti bisa memberikan trofi Liga Europa dan finish pada posisi ketiga.

Namun sayangnya, The Blues tidak sabar dengan cara bermain Sarri, sehingga mengakhiri kontrak yang baru berjalan satu musim saja. Hal ini membuat Juventus gerak cepat dengan menyodorkan penawaran kontrak tiga tahun, ternyata ini langsung mendapatkan sambutan baik sehingga Sarri kini menahkodai Juventus.

Baca juga : Janji Manis Pelatih Baru Juventus Untuk CR7

Tapi bukan berarti mudah, ada banyak pekerjaan rumah yang bersifat menumpuk dan harus diselesaikan. Banyak prediksi mengatakan, jika keterpurukan Juventus meskipun kembali menenangkan Serie A bersama Massimiliano Allegri. Namun gagal menembus Liga Champions, inilah kesalahan fatal yang dilakukan Allegri sebelumnya.

Jika melihat situasi, ada beberapa beban yang ditinggalkan Allegri untuk segera di selesaikan Sarri. Jika tidak, posisinya akan terancam dan bisa jadi nasibnya akan sama seperti saat menerima pinangan The Blues. Berikut ini beberapa beban yang bisa menyebabkan Sarri gagal menjadi pelatih baru untuk Juventus.

Sistem Bermain Sarri Ball

Inilah style bermain yang selalu diterapkan Sarri pada setiap klub yang dinahkodainya, Sarri-Ball. Konsep ini memang bagus, dimana kombinasi antara permainan cepat dan ofensif. Sehingga tidak ada celah bagi lawan untuk melakukan serangan baik, namun apakah adaptasi pemain bisa berlangsung cepat. Padahal pertandingan pramusim akan segera di gelar.

Baca juga : Hengkang Dari Chelsea, Maurizio Sarri Memilih Bergabung Dengan Juventus

Memang tidak mudah ingin untuk mengikuti cara bermain Sarri-Ball, bahkan beberapa pemain yang terlihat baru. Tapi Juventus sejak dahulu punya style bermain menyerang, dimana tidak cocok dengan style pelatih Allegri yang lebih cenderung bertahan. Jika nantinya Sarri bisa membuat semua beradaptasi dengan style Sarri-Ball, ini tentu sangat bagus dan memberikan prestasi membanggakan.

Permainan Tekanan Tinggi

Bukan hanya untuk pemain, namun Sarri sendiri akan merasakan tekanan tinggi. Tensi ini terjadi karena Juventus mengharapkan gelar juara berbeda, sekalipun tetap akan mempertahankan 5 kali gelar Serie A yang berhasil ditorehkan Allegri. Tapi jika melihat rekam jejaknya, Sarri terbilang minim gelar juara.

Sekalipun secara cepat memberikan juara Liga Europa pada Chelsea pada musim perdananya, namun setelah itu sulit untuk mendapatkan gelar juara kembali. Memang karirnya naik tingkat, setelah bersama Napoli dan menukangi Chelsea, tapi ini tidak memberikan kesan berarti, terlebih setelah kasus pemecatan di musim perdana.

Baca juga : Masa Depan Maurizio Sarri Ada di 3 Klub Serie A

Sarri mengalami kritik hebat saat menukangi Chelsea, padahal bisa memberikan trofi kemenangan. Bisa jadi dirinya tidak cocok dengan cara permainan di Premier League dan memilih kembali ke Serie A, terbukti memberikan kontribusi bagus untuk Napoli, kenapa tidak dengan Juventus yang punya sumber daya lebih besar.

Harus Bisa Mengendalikan Pemain Bintang

Juventus klub besar yang memiliki banyak bintang, bahkan kini sudah ada Cristiano Ronaldo sang Megabintang sepak bola. Tentu saja, ini akan memberikan tantangan tersendiri. Namun Sarri nampaknya sudah memberikan pelukan hangat, pasalnya pada konferensi pers saat pertama kali diperkenalkan ke publik, dirinya mengatakan jika akan membantu Ronaldo meraih gelar pencetak gol terbanyak di Serie A.

Sarri bukan hanya sekali terlibat masalah dengan pemain bintang, saat masih menjadi pelatih The Blues. Dirinya mengalami kesulitan untuk mengendalikan Kepa Arrizabalaga, pasalnya tidak mau diganti saat Final Piala Inggris pada musim lalu. Memang ini sudah diselesaikan, namun publik tidak bisa dibohongi dengan kedok hanya ada masalah kecil saja.

Kita lihat saja, bagaimana Maurizio Sarri bisa memberikan yang terbaik untuk Juventus. Pemegang rekor trofi Serie A ini, jelas berharap banyak pada pelatih 60 tahun tersebut. Pasalnya ada banyak pemain bintang, namun bisa bergerak maksimal. Ronaldo sudah sangat geram tanpa gelar juara di musim lalu, khusus untuk dirinya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *