by

Timnas U-23 Tidak Butuh Pemain Seperti Hargianto

Kingsport – Pemain Timnas U-23, Hargianto merupakan sosok yang terbilang tidak pernah tergantikan sepanjang Luis Milla menangani Timnas U-23. Hargianto selalu mendapatkan tempat pada posisi gelandang di lini tengah Timnas U-23.

Penampilan Hargianto dalam mengawal lini tengah Timnas patut diacungi jempol. Menampilkan permainan yang keras dan tak mengenal kompromi membuat lini tengah Timnas semakin kuat. Hargianto sangat mahir menjaga serangan lawan. Namun disisi lain, permainan Hargianto sangat miskin.

Hargianto Tetap Di Andalkan oleh Luis Milla

Hargianto
Tidak Butuh Pemain Seperti Hargianto

Sisi lain tersebut adalah Hargianto kurang kreasi dalam mengalirkan bola dari belakang sampai ke depan. Sehingga dari beberapa uji tanding yang dilakukan Timnas U-23 terlihat sekali ada link yang terputus dari lini tengah. Terlihat jelas ketika Timnas U-23 melawan Timnas Thailand. Hargianto mampu meredam serangan serangan yang dibangun tim lawan tetapi sangat miskin membuka peluang dan seakan aliran bola terputus ditengah.

Sejujurnya dapat dikatakan kalau Timnas U-23 tidak butuh Hargi untuk mengatur serangan. Timnas butuh pemain yang mampu dan kaya akan kreasi dalam mengatur serangan. Pemain-pemain yang kaya akan kreasi tersebut ada dua opsi pilihan.

Dua pemain tersebut adalah Evan Dimas dan Zulfiandi. Luis Milla harus berani membuka mata untuk melihat kedua pemain tersebut. Tidak memaksakan Hargianto untuk mengatur serangan Timnas U-23. Sudah terlihat jelas Timnas saat ini butuh pemain sebagai jendral pengatur serangan.

Untuk saat ini tidak ada yang dapat menggantikan Evan Dimas Darmono sebagai jendral pengatur serangan. Posisi dibelakang Evan akan di isi oleh Hargi dan Zulfiandi yang akan semakin kuat dilini tengah. Sehinga tansisi dari belakang ke depan akan semakin seimbang. Sehingga para pemain depan seperti Febry, Saddil, Septian David akan lebih leluasa membongkar serangan lawan.

Sehingga dapat dikatakan Evan bertugas mengatur kreasi serangan, Hargianto sebagai meredam serangan lawan dan Zulfiandi sebagai penyeimbang keduanya. Hal itu seperti yang terjadi pada era Timnas U-19. Dimana kala itu tiga pemain ini bersatu di lapangan tengah. Pada era tersebut ketiga pemain ini sangat baik mengatur serangan dan sangat baik dalam melakukan pertahanan. Hasilnya mereka sukses merah juara AFF U-19 pada tahun 2013.

Related Post

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed