by

Dari Winger Jadi Bek, Aaron Wan-Bissaka Tetap Bahagia

Nama Aaron Wan-Bissaka tentunya sudah tak lagi asing untuk pesepakbolaan Inggris. Sekarang ini bahkan Wan-Bissaka boleh disebut sebagai salah satu bek kanan terbaik di Inggris. Karena semakin kesini ia menunjukkan perkembangan yang cukup berarti. Karirnya kini bersama dengan Manchester United cukup cemerlang. Akan tetapi uniknya Wan-Bissaka sebelum menjadi bek ternyata memulai karir sebagai winger.

Debut Wan-Bissaka di Premier League dimulai saat dirinya berseragam Crystal Palace. Baru kemudian di pertengahan tahun 2019 kemarin Manchester United resmi memboyongnya ke Old Trafford dengan nilai transfer mencapai 50 juta pounds. Bersama MU, Wan-Bissaka pun mendapatkan jatah bermain yang cukup banyak. Kedatangannya diproyeksikan untuk dapat mengisi kekosongan posisi yang ditinggal oleh Antonio Valencia.

Sejatinya Aaron Wan-Bissaka sempat mendapatkan panggilan untuk bisa memperkuat timnas Inggris pada level senior. Sayangnya pada kala itu ia sedang diterpa cedera yang berujung gagal untuk gabung dan melakoni debut dengan tim senior Inggris.

Pada tahun 2018 menjadi sebuah momen penting bagi Wan-Bissaka. Bukan hanya menjadi salah satu yang diutamakan oleh Crystal Palace, namun juga ia mengalami perubahan posisi bermain. Dari semula yang harusnya adalah winger kanan, ia dipercaya untuk bekerja sebagai bek kanan.

Kendati begitu, Wan-Bissaka sama sekali tak mempermasalahkan hal tersebut. Diakui oleh pemain berusia 22 tahun tersebut kalau dirinya tetap senang dan menikmati apapun posisi bermain yang didapatkan saat di lapangan. “Ini berjalan dengan begitu cepat, waktu yang singkat. Akan tetapi saya tetap bahagia dengan kesempatan yang diberikan di posisi tersebut. Saya tidak menyesalinya” tutur Wan-Bissaka, seperti yang dilansir oleh Daily Mail.

Aaron Wan-Bissaka merasa biasa saja dan tak kaget ketika posisinya diganti dari winger menjadi bek. Pasalnya, ia sudah terbiasa untuk berlatih dengan bermain secara bertahan saat masih berkarir di level junior. “Saya selalu mempunyai pola pikir defensive saat saya adalah seorang penyerang. Saya dulu suka sekali untuk merebut bola. Saat saya bermain sebagai sayap kanan, sayap kiri akan mengalahkan bek kanan serta saya akan melakukan tekel. Di situlah cerita ini betul-betul dimulai” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed