by

Demi Kembangkan E-Sports Indonesia, Salim Group Gandeng ESL

Salim Group telah memutuskan mengajak perusahaan asal Jerman untuk berekspansi ke ranah esports. Keputusan tersebut dipicu kue pasar esports di seluruh dunia yang saat ini memang tengah meroket.

Memasuki dunia esports yang begitu ramai, Salim Group memilih ESL yang notabene adalah penyelenggara esports, yang akhir tahun kemarin sempat bermitra dengan Intel di dunia esports.

Berdasarkan laporan Nikki Asian Review, hadirnya Salim ke industri esports saat nilai pasar esports global diperkirakan melonjak dari Rp 9,1 triliun menjadi Rp 22,3 triliun pada tahun 2021, menurut penelitian Newzoo.

Adrian Lim yang merupakan Direktur Perusahaan Inovasi Salim Group dan Nick Vanzetti, wakil presiden senior ESL di bagian Asia Pasifik Jepang, mengaku telah menandatangani kemitraan yang strategis pada bulan September kemarin dalam rangka menjadi tuan rumah untuk kejuaraan esports di Indonesia.

“Indonesia adalah pasar yang begitu besar. Kami selalu berkomunikasi untuk mencari mitra luar biasa agar bisa ekspansi ke berbagai negara,” ujar Vanzetti. Bersama Salim group, Joint Venture disebut Vanzetti sebagai sebuah langkah awal untuk memulai sesuatu yang besar bagi Indonesia.

Pergelaran Piala Presiden Esports 2019 yang secara dresmi diumumkan sekaligus menjadi sebuah momentum bentuk dukugan pemerintah bagi para pelaku esports di Tanah Air. Hal ini diungkapkan langusng oleh Imam Nahrawi, selaku Menteri Pemuda dan Olahraga.

“Ini momen bersejarah bagi gamer dimana hobi kesenangan individu atau atlet akan betul-betul dikawal sedemikian rupa dan difasilitasi pemerintah,” tuturnya usai konferensi pers Piala Presiden Esports 2019 di Jakarta, Senin, 28 Januari 2019.

“Momentum ini sekaligus jadi ajang pembuktian diri bagi atlet esports, dan sebagai bukti mereka pantas mewakili Indonesia di berbagai event.”

“(Sistem) ini yang akan melahirkan atlet-atlet masa depan. Ini bukan semata-mata gim, ini olahraga karena butuh pendamping nutrisi dari psikologi sampai fisik. Karena saat bermain tidak hanya satu jam tapi berjam-jam,” tuturnya.

“Sekolah nanti harus memberikan kelonggaran bagi pelajar yang memang menaruh perhatian di esports,” ungkap Imam menutup komentarnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed