by

Di Mata Neymar, Pertandingan Melawan Austria Seperti Tarung Bebas

Kingsport – Pada pertandingan Timnas Brasil melawan Timnas Austria Minggu (10/06/2018) dini hari WIB. Walau Neymar sudah berhasil menyumbangkan satu gol dirinya merasa jengkel pada laga tersebut. Hal itu disebabkan Timnas Austria mempraktikkan permainan yang menjurus kasar dalam bertahan.

Pada laga ini, Timnas Austria tidak segan memperagakan permainan kontak fisik dengan para pemain Timnas Brasil. Timnas Austria tercatat telah melancarkan 16 tekel, 16 intersep dan 10 sapuan di pertandingan tersebut. Walau sudah memperagakan permainan tersebut, akurasi pertahanan mereka hanya mencapai 50 % saja.

Neymar Berhasil Menjadi Man Of The Match

Neymar

Neymar merupakan salah satu pemain yang diincar oleh para pemain lini belakang yang diarsiteki Franco Foda. Terbukti pada menit ke 38, Neymar terjatuh setelah lutut Alessandro Schoepf membentur kaki kiri Neymar dengan cukup keras.

Pada babak kedua, tepatnya menit ke 54, Neymar terjatuh lagi karena terkena tangan dan kaki Sebastian Proedl. Tekel keras yang dilancarkan Sebastian ini sungguh serius sehingga memicu hadirnya pertengkaran di tengah laga. Dari perbuatannya Sebastian Proedl mendapatkan kartu kuning.

Sangking kasarnya dan mengarah sengaja menciderai pemain, Neymar sampai menyebutkan kalau pertandingan ini tidak seperti pertandingan sepak bola, melainkan seperti tarung bebas. Seperti pertandingan Ultimate Fighting Championship, olahraga tarung bebas yang ada di Amerika Serikat. Semua pemain bebas cidera walau permainan sangat kasar.

Tentunya tidak ada akibat jika tidak ada sebabnya, Timnas Austria memilih bermain seperti itu karena Tim Samba bermain sangat baik. Timnas Brasil merupakan tim yang luar biasa, mereka memiliki keseimbangan yang tepat, disiplin dalam bertahan, kekuatan lini tengah dan kelincahan dalam menyerang.

Dalam skuat Timnas Brasil tidak hanya memiliki Neymar saja yang menjadi bintang, Timnas Brasil memiliki Philippe Countinho, Douglas Costa, Willian Borges, Gabriel Jesus, Marcelo dan Roberto Firmino yang memiliki kualitas dan kreativitas dalam menyerang. Pada lini tengah memiliki seorang Casemiro yang terkenal memiliki keseimbangan dalam proses memudahkan proses menyerang dan bertahan.

Pada lini belakang ada nama Tiago Silva dan Joao Miranda yang mampu menahan serangan-serangan lawan. Tercatat dalam empat pertandingan tidak mengalami kebobolan dan telah mencetak 9 gol. Catatan yang bagus bagi Brasil untuk berbicara banyak di pentas Piala Dunia 2018.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed