by

Disinggug Soal Tuntutan Trofi bagi Liverpool, Klopp Bawa-bawa Tuhan

Juru taktik Liverpool, Jurgen Klopp, menanggapi santai soal label gagal yang disematkan sejumlah pihak terhadap kinerjanya di Anfield Stadium, lantaran tak kunjung mampu mempersembahkan satu pun trofi meski sudah nyaris genap empat musim menangani tim asal Merseyside. Dia mengaku tak peduli tentang bagaimana padangan orang lain terhadapnya.

Jurgen Klopp didapuk sebagai penukang Liverpool pada Oktober 2015 silam, menggantikan peran yang sebelumnya diemban Brendan Rodgers. Kendati sudah berjalan selama tiga musim penuh, namun pelatih berkebangsaan Jerman tak sekalipun sanggup mempersembahkan gelar bagi publik Anfield Stadium. Padahal, Klopp tercatat sudah tiga kali berhasil membawa The Reds ke partai final, yakni di ajang Piala Liga dan Liga Europa 2016, serta Liga Champions musim 2017/2018 kemarin.

Tak Punya Ambisi Pribadi

Ditegaskan Klopp, dirinya sama sekali tak tertekan dengan adanya tuntutan meraih trofi, bahkan ia tak sedikitpun tertarik untuk bisa memasukkan namanya ke dalam salah satu catatan gemilang sejarah Liverpool.

“Tugas utama saya di sini adalah berusaha melakukan yang terbaik untuk membawa tim meraih sukses sebanyak mungkin. Saya tidak pernah berpikir tentang prestasi pribadi, saya sama sekali tidak bernafsu untuk bisa dikenang selama 50 tahun atau hal-hal semacam itu. Soal (desakan) meraih trofi bagi saya hanyalah tentang sebuah harapan, bukan tekanan,” kata Jurgen Klopp, sebagaimana dikutip dari ESPN.

Cuma Peduli Penilaian Tuhan

Mantan perancang strategi Borussia Dortmund sejatinya kembali memiliki peluang besar untuk bisa mempersembahkan trofi yang sudah lama dinanti, seiring keberhasilan Liverpool lolos ke perempat final Liga Champions 2018/2019, serta bersaing ketat dengan Manchester City di dua posisi teratas papan klasemen sementara Liga Primer Inggris terkini. Hingga pekan ke-30, The Reds termaktub berada di urutan runner up dengan perolehan 73 poin, terpaut satu angka saja dari The Citizens yang menghuni peringkat puncak.

Menanggapi ini, Klopp cuma memastikan bahwa dirinya akan berusaha sebaik mungkin untuk mengantarkan The Reds ke tangga juara. Dia sama sekali tak peduli bagaimana penilaian orang-orang terhadapnya nanti andai kembali gagal mempersembahkan gelar.

“Saya menghormati betul hasrat para pemain dan juga fans, dan saya bisa jadi bagian dari itu, saya bisa jadi bagian dari mimpi mereka. Namun pada akhirnya itu semua bukan buat saya, tapi untuk mereka. Dan saya tegaskan, saya tidak tertarik dengan bagaimana penilaian orang lain di luar sana. Biarlah Tuhan yang menilai saya suatu hari, dan hanya itu yang saya pikirkan,” tutup pria berumur 51 tahun tersebut.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed