by

Guardiola Minta Manchester City Tak Pikirkan Quadruple Winners

Juru taktik Manchester City, Josep “Pep” Guardiola, meminta pasukannya untuk tidak memikirkan peluang meraih quadruple winners di akhir musim kompetisi 2018/2019.

Berada di Jalur yang Benar

Manchester City berada di jalur yang benar untuk bisa menyandang empat gelar jawara sekaligus musim ini. Selain trofi Carabao Cup 2018/2019 yang sudah berhasil diamankan pada bulan Mei 2019 lalu, The Citizens masih memiliki peluang besar untuk meraih titel kampiun di ajang Liga Primer Inggris, FA Cup, dan Liga Champions.

Di Premier League, Manchester City hingga pekan ke-32 termaktub berada di peringkat runner up klasemen sementara dengan perolehan 77 poin, terpaut dua angka dari Liverpool yang menduduki posisi puncak. Namun Sergio “Kun” Aguero dkk masih mempunyai satu tabungan laga tunda yang belum dimainkan. Sedangkan di pentas FA Cup dan UEFA Champions League, si Biru Langit sudah berhasil menapakkan kaki mereka di babak semifinal dan 8 besar.

Meski begitu, Josep Guardiola justeru melarang anak-anak asuhnya untuk memikirkan peluang quadruple winners tersebut, sebab itu hanya akan membuat mereka merasa terbebani pada akhirnya.

Upayakan Saja

Ditegaskan sang arsitek, yang perlu dilakukan Manchester City saat ini hanyalah berusaha menjaga fokus, berjuang keras meraih hasil terbaik di setiap pertarungan.

“Jangan pernah memikirkannya. Berdasarkan pada pengalaman saya dengan klub lain, itu adalah cara terbaik ketika kami sedang berjuang mendapatkan gelar,” buka Josep Guardiola yang pernah sukses mengantarkan FC Barcelona menyabet treble winners (Copa del Rey, La Liga dan Liga Champions) pada musim 2008/2009, serta menyapu bersih semua gelar domestik dan Eropa pada musim 2009/2010 silam.

“Mereka (pemain Manchester City) sekarang hanya perlu berusaha terus memberikan performa terbaik,” imbuh dia.

Bukan Perkara Mudah

Lebih jauh, Guardiola mengatakan bahwa meraih banyak gelar dalam semusim bukanlah perkara mudah.

“Selalu ada saja masalah dalam prosesnya, seperti pemain yang tidak tampil apik, kelelahan atau mungkin cedera. Ini sangat sulit, namun saya tahu mereka ingin mencobanya. Jadi mari kita lihat perkembangan di setiap laga. Saya akan terus memantau kondisi pemain, dan mencari cara tepat untuk lekas sembuh jika ada pemain yang cedera, sebab kami tidak akan bisa jauh dari laga berikutnya,” tutup pelatih jenius berumur 48 tahun tersebut.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed