by

Gugur dari Panggung Elit Eropa, Marquinhos Sebut PSG Memalukan

Terhempas dari panggung Liga Champions 2018/2019 benar-benar membuat hati bek tengah andalan Paris Saint-Germain, Marquinhos, terluka. Secara terbuka, dia menyebut performa Les Parisiens sangat memalukan ketika dipukul balik Manchester United 1-3 pada duel leg ke-2 babak 16 besar di Parc des Princes, Kamis, 7 Maret 2019, dini hari WIB kemarin.

PSG Sempat Tapakkan Satu Kaki di Perempat Final

Menerima lawatan Manchester United, Paris Saint-Germain sejatinya cuma butuh hasil imbang untuk memastikan diri lolos ke fase 8 besar Liga Champions 2018/2019, sebab sebelumnya mereka berhasil meraih kemenangan 2-0 tanpa balas pada pertemuan pertama di Old Trafford Stadium, Februari 2019 lalu. Namun apa mau dikata, PSG nyatanya gagal memaksimalkan keunggulan tersebut. Bertarung di hadapan para pendukung sendiri, armada asuhan Pelatih Thomas Tuchel justeru harus tertinggal lebih dulu dari si Iblis Merah ketika laga baru berumur dua menit, tepatnya setelah Romelu Lukaku sukses memanfaatkan kesalahan umpan Thilo Kehrer.

Kendati sempat mampu menyamakan kedudukan via gol Juan Bernat pada menit ke-12, namun Paris Saint-Germain kembali tertinggal setelah Lukaku mencetak gol ke-2nya di menit 30. Tendangan 12 pas yang dieksekusi Marcus Rashford di masa injury time pun akhirnya memaksa PSG keluar dari kompetisi elit Eropa musim ini.

Penampilan PSG Memalukan

Tak hanya menyakitkan, Marquinhos menyebut penampilan Paris Saint-Germain kemarin sangat memalukan, terlebih ini merupakan kali ke-2 mereka tersingkir dengan cara yang serupa.

Sebagaimana diketahui, pada Liga Champions musim 2016/2017 lalu, Les Parisiens sempat menjadi korban comeback FC Barcelona di babak 16 besar. Kala itu, PSG yang sukses meraih kemenangan kandang 4-0 pada leg pertama harus pulang dengan kepala tertunduk lantaran dipukul balik El Barca 1-6 pada pertemuan ke-2 di Camp Nou.

“Penampilan kami memalukan, pertandingan yang kami mainkan tidak bisa dimaafkan. Kami harus menganalisi, berpikir, dan kami harus menjadi laki-laki yang sesungguhnya. Ini adalah masa-masa yang sangat sulit,” kata Marquinhos, sebagaimana dikutip dari Goal International.

“Kami sudah berusaha mengerahkan segalanya di lapangan, namun sekarang semua sudah berakhir. Kami tak bisa mengatakan ‘Anda harus melakukan ini dan itu’,” sambung pemain 24 tahun asal Brasil tersebut.

Cuma Sial

Namun begitu, Marquinhos tetap menganggap Paris Saint-Germain hanya sedang tidak beruntung. Dia memastikan bahwa timnya akan sesegera mungkin berusaha bangkit demi meraih hasil yang jauh lebih di masa mendatang.

“Hal-hal ini masih menjadi detail kecil, dan hal ini biasa terjadi di level tinggi. Saya rasa ini adalah waktu yang bagus untuk tidak terlalu banyak bicara. Seperti yang sering dikatakan orang Brasil, ‘Ada saatnya kita harus memakan kesialan kita’. Ini adalah momen sial, namun kami harus terus berusaha memperbaiki diri,” pungkas Marquinhos.

RelatedPost

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed