by

Jangan Semena-mena Coret Manchester United dari Liga Champions

Bekas penyerang Manchester United periode 2008-2012, Dimitar Berbatov, meminta semua pihak untuk tidak semena-mena mengkerdilkan eksistensi tim besutan pelatih Ole Gunnar Solskjaer di Liga Champions 2018/2019 hanya karena mereka harus berhadapan dengan FC Barcelona di perempat final. Suka atau tidak, tegas dia, faktanya si Iblis Merah masih memiliki kans lolos ke semifinal yang sama besar dengan raksasa La Liga.

Semua Bisa Terjadi

Ditekankan Berbatov, tidak ada hal yang mustahil dalam sepakbola, dan Manchester United sudah membuktikan itu ketika mereka mampu menyingkirkan Paris Saint-Germain lewat aksi comeback pada babak 16 besar lalu.

Sebagaimana diketahui, Setan Merah nyaris terhempas dari Liga Champions musim ini usai dibungkam 0-2 tanpa balas oleh PSG pada leg pertama babak 16 besar di Old Trafford. Namun tak dinyana, Romelu Lukaku dkk sanggup memukul balik wakil Ligue 1 Prancis lewat kemenangan 3-0 pada pertemuan kedua di Parc des Princes. Kendati skor secara agregat berakhir sama kuat di angka 3-3, namun Manchester United lebih berhak lolos ke perempat final karena unggul produktivitas gol tandang.

“Kita tidak bisa menghapus Manchester United begitu saja! Saya bahkan tidak perlu menyebutkan pertandingan kontra PSG di sini, bukan? Dengar, semuanya masih sangat mungkin,” kata Dimitar Berbatov, sebagaimana dikutp dari Calciomercato.

Ketimbang Manchester United, FC Barcelona memang menjadi kubu yang lebih difavoritkan banyak pihak di babak 8 besar Liga Champions kali ini, mengacu pada kiprah kedua tim yang sejatinya sangat bertolak belakang di musim kompetisi 2018/2019. El Barca sukses menembus final Copa del Rey dan kokoh berdiri di puncak klasemen sementara La Liga, sedangkan The Red Devils tersungkur di semua ajang turnamen domestik mereka. Selain gagal menjaga eksistensi di panggung Piala FA usai ditundukkan Wolverhampton Wanderers 1-2 pada fase perempat final, pasukan Solskjaer juga terancam gagal finis di posisi 4 besar klasemen akhir Liga Primer Inggris karena masih terpaku di peringkat 5 di saat kompetisi hanya tinggal menyisakan 8 pertarungan lagi.

Selain itu, FC Barcelona lebih diunggulkan karena mereka diperkuat salah satu pemain terbaik di dunia, Lionel Messi. Megabintang asal Argentina tercatat tengah berada dalam performa menanjak lewat torehan 39 golnya untuk tim besutan pelatih Ernesto Valverde di semua ajang kompetisi musim ini. Ketajaman La Pulga jelas bakal menjadi ancaman nyata bagi Manchester United. Namun, tidak demikian menurut Berbatov.

Messi Bukan Jaminan

Kendati mengakui ketangguhan Messi, Berbatov menilai keberadaan pemain berumur 32 tahun tersebut tak lantas menjamin FC Barcelona bisa mudah meraih gelar juara, terlebih di ajang Liga Champions yang melibatkan tim-tim hebat Eropa.

“Saya melihat Lionel Messi ketika dia mencetak hattrick ke gawang Real Betis. Pria itu mampu melakukan apa pun yang diinginkan, tetapi dia tidak bisa melakukannya di setiap pertandingan. Barcelona bahkan belum memenangkan Liga Champions dalam satu dekade terakhir meskipun ada Messi di sana,” ketusnya.

Saran untuk MU

Dan terlepas dari bagaimana tingkat keterfavoritan Manchester United di babak perempat final Liga Champions 2018/2019, Berbatov menyarankan wakil Inggris untuk bermain secara kolektif pada pertarungan kontra El Barca nanti.

“Manchester United harus bermain sebagai tim dan saling mendukung. Ini adalah sistem yang memungkinkan Marcus Rashford, Paul Pogba, dan Romelu Lukaku untuk bersinar,” tutup pria berumur 38 tahun tersebut.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed