by

Juventus Naik Daun, Klub Senior Gulung Tikar

Tersebutlah Klub bernama Football Club Bari 1908 berasal dari kota Bari sebelah selatan Itali, yang secara menyedihkan harus menonaktifkan segala aktifitas dan kegiatannya.

Untuk berkompetisi karena tidak sanggup memenuhi standar untuk bertahan di kancah liga domestik.

Ironi yang terjadi, di kota Turin, Juventini sedang bersuka-cita atas prestasi klub yang secara mengejutkan berhasil mendatangkan megabintang super mahal dari Real Madrid Cristiano Ronaldo.

Bahkan baru-baru ini Juventus telah menyetujui kesepakatan atas gaji Ronaldo yang mencapai angka 500,000 Lira perminggu.

Berbanding terbalik dengan Bari FC yang sudah dinyatakan pailit dan masih menyisakan hutang 6,000 Lira pada perusahaan air negara.

Ketika manajemen Juve dan Real Madrid sedang sibuk untuk menyempurnakan detail transfer Ronaldo di atas meja restoran mewah.

Sebuah lonceng pemakaman sedang berdentang memilukan, dibalik senja berkabut di selatan Itali, mengiringi tutup usia sebuah klub yang sudah tak sanggup lagi menghidupi dirinya.

Berita duka cita ini ternyata bukan hanya untuk FC Bari yang usia klubnya sesungguhnya lebih tua dari Juventus, namun juga dari dua klub lainnya Cesena dan AC Reggiana.

Mereka terpaksa berhenti berkompetisi di Liga manapun di Itali dan entah kapan akan kembali atau memang akan hilang untuk selama-lamanya.

Namun ada nama-nama yang telah jatuh namun berhasil bertahan hingga kemudian kembali bertempur di Liga dimana mereka seharusnya berkompetisi.

Klub itu adalah Fiorentina yang dinyatakan bangkrut pada 2002 tetapi dapat kembali ke permukaan.

Napoli juga sempat merasakan hal yang sama, dalam masa jayanya bersama Maradona di tahun 80an terpuruk jatuh dan berkutat di Serie B di tahun 90-2000an, hingga dinyatakan bankrut.

Tapi sekarang Napoli tengah mengembalikan harga diri kota Naples dan berada di papan atas Liga Itali Serie A.

Artikel Lain : Gacoan Baru Dari Negri Paman Sam, Christian Pulisic

Namun menunggu sebuah klub untuk melakukan reinkarnasi memang merupakan sebuah hal yang menyakitkan.

Karena hal itu hanya terlihat sebagai sebuah tanda tanya besar yang tidak dapat dipastikan, kapan itu akan menjadi sebuah kenyataan.

Dalam nama klubnya tertulis jelas Bari didirikan pada tahun 1908, Cesena di tahun 1940

Zaman ketika perjanjian dalam sepak bola masih ditulis menggunakan tinta cair dan bulu ayam.

Kepemilikian klub datang silih berganti, setelah dinyatakan bankrut ada yang datang dan pergi mencoba untuk memperbaiki atau malah memperburuk keadaan.

Seorang wasit ternama asal kota Bari, Gianluca Paparesta berusaha untuk mencari investor untuk Bari di 2015, hasilnya ada beberapa nama seperti Nurdin Ahmad, pebisnis asal Malaysia.

Selain itu taipan lokal Cosmo Giancaspro, awalnya terlihat menjanjikan namun nasi sudah menjadi bubur.

Mereka hanya muncul sebagai harapan kosong bagi klub.

Sejak saat itu keadaan Klub benar-benar berantakan, rencana pemugaran stadiun San Nicola dicancel.

Januari 2018 gaji pemain tak lagi sanggup untuk dibayar.

Ini berakhir pada kesimpulan hutang kurang lebih 16 juta lira dan tak dapat lagi bermain di Liga Serie B.

Dalam pidatonya dihadapan 4000 superter Bari, Antonio Decaro berjanji akan mencarikan investor bar.

Investor yang ingin membiayai Bari FC untuk dapat tetap berkompetisi di Serie C.

Sebuah rencana yang terdengar realistis untuk klub yang memang layak untuk dilestarikan atas sejarahnya di persepak-bolaan Itali. Selamat tinggal FC Bari, fans tak akan melupakan semua prestasi yang telah engkau raih.

Sumber : TheGuardian

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *