by

Juventus Terancam Gugur di Liga Champions, Allegri Emoh Ambil Pusing

Allenatore Juventus, Massimiliano Allegri, emoh terlalu memusingkan nasib tim besutannya di pentas Liga Champions 2018/2019, yang terancam gugur lantaran tunduk 0-2 di tangan Atletico Madrid pada leg pertama babak 16 besar di Wanda Metropolitano, 21 Februari 2019 lalu. Gagal melangkah lebih jauh, kata dia, bukanlah akhir dari segalanya.

Catatan Buruk Juventus Ketika Berhadapan dengan Atletico Madrid

Dengan dibekali kekalahan 0-2 pada pertemuan pertama, Juventus jelas mendapatkan tugas maha berat untuk bisa mempertahankan eksistensi mereka di panggung Liga Champions musim ini. Si Nyonya Tua setidaknya harus mampu mencetak 3 gol tanpa balas pada petarungan leg ke-2 kontra Ateltico Madrid di Allianz Stadium of Turin, Rabu, 13 Maret 2019 dini hari WIB mendatang. Sayangnya, melakukan hal tersebut ke gawang Los Colchoneros bukanlah perkara mudah. Tercatat, dalam tiga pertemuan terakhir, Bianconeri tak pernah sekalipun sanggup merobek jala tim asuhan pelatih Diego Simeone.

Tetap Upayakan yang Terbaik

Allegri menyadari betul bahwa melakukan comeback dari tim sekelas Atletico Madrid bukanlah sesuatu yang gampang, meski pertarungan leg ke-2 nanti digelar di markas sendiri. Namun begitu, juru taktik berumur 51 tahun pantang mengibarkan bendera putih sebelum tanding. Allegri siap meramukan strategi terbaik bagi si Nyonya Tua, tanpa terbebani bagaimana hasil akhirnya nanti.

“Sejak saya tiba, Liga Champions selalu menjadi target klub ini. Tapi jika orang berkata Juventus gagal bila tersingkir, itu sangat tidak tepat,” ucap Massimiliano Allegri, sebagaimana dikutip dari Goal International.

“Level persaingan di Liga Champions secara keseluruhan memang telah meningkat, namun kami siap mengupayakan yang terbaik pada harinya nanti. Jika berhasil lolos, maka itu akan sangat bagus. Jika tidak, maka kami akan kembali mencobanya tahun depan,” tegas mantan penukang AC Milan tersebut.

Juventus Tetap Akhiri Musim dengan Gelar

Lebih jauh, Allegri menegaskan bahwa titel kampiun Liga Champions bukanlah segalanya, meski itu memang selalu menjadi salah satu prioritas tim di setiap tahun. Juventus, kata dia, tetap akan menyudahi musim kompetisi 2018/2019 dengan trofi.

“Sekali lagi, jika kami lolos, maka itu sangat bagus. Tapi jika tidak, maka itu hanya akan menjadi sebuah pertandingan sepakbola, dan kami akan mencobanya lagi di lain kesempatan. Dengar, secara teori, kami sudah memenangkan dua trofi musim ini. Itu jelas bukan sebuah kegagalan,” pungkasnya.

Juventus memang sudah berhasil mengantongi satu gelar juara pada musim 2018/2019, yang datang dari panggung Supercoppa Italiana pada bulan Januari 2019 kemarin usai mengalahkan AC Milan 1-0 di partai final. Bianconeri juga berkesempatan besar untuk menggandakan sukses tersebut dengan trofi Serie A, lantaran mereka mampu memuncaki papan klasemen sementara dengan keunggulan 19 poin dari sang pesaing terdekat, Napoli, hingga giornata ke-27.

RelatedPost

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed