by

Manuver Pertama Sarri Setelah Jadi Pelatih Juventus, Langsung Ke Chelsea?

Setelah lelah dengan kecamana dan kritik saat masih mempertahankan posisi sebagai pelatih Chelsea, akhirnya Maurizio Sarri melepaskan semua itu. Benar saja, prediksi sebelumnya jika pelatih 60 tahun tersebut akan berlabuh ke klub Serie A. Belum lama ini Juventus memperkenalkan Sarri sebagai pelatih barunya, di musim perdananya langsung saja ada manuver mengarah pada The Blues.

Bahkan saat menyebutkan dalam konferensi pres perdananya, jika pemain Chelsea itu terlalu individualis, sehingga sulit meraih kesuksesan yang diinginkan. Jadi, jangan tanyakan kenapa hanya bisa mendapatkan satu gelar juara musim lalu, hanya Juara Liga Europa meskipun Sarri berhasil membuat The Blues finish di posisi ketiga setelah Liverpool di Premier League.

Bahkan secara terbuka, Sarri mengaku dirinya frustrasi dan tidak tahu lagi harus berbuat apa selama berada di Stamford Bridge. Bahkan menyebutkan secara terbuka, jika suasana klub sangat berbeda seperti saat sebelumnya berada di Napoli. Bisa jadi, inilah tantangan untuk pelatih di Premier League dari pada Serie A.

Baca juga : 3 Beban Berat Sarri Tangani Juventus, Tanda Kegagalan?

Dilansir dari Evening Standard, Sarri mengakui secara terbuka jika Chelsea bisa jadi memiliki pemain dengan teknik bermain level tinggi, bahkan lebih baik dari klub lainnya. Namun ada juga kekurangannya, setiap pemain jadi memiliki karakter individu yang cukup besar, sehingga tidak bisa bersatu dalam permainan sepak bola. Inilah yang jadi penyebab utama, kenapa The Blues tidak bisa berkembang di musim lalu.

Ditambahkan pula, jika pemain sayap Chelsea, selalu menginginkan adanya duel satu lama satu. Padahal, tugasnya tidak seperti itu. Inilah yang membuat permainan sepak bola, Sarri-Ball, tidak bisa berjalan dengan baik. Menurut Sarri, sepak bila itu tidak akan bisa berjalan sesuai rencana, jika tidak pernah bisa kompak, satu sama lain, harus ada komunikasi antar pemain.

Meskipun terlihat gagal karena hanya bertahan satu musim saja di Stamford Bridge, Sarri meninggalkan dengan beberapa prestasi yang cukup bagus. Selain gelar juara Liga Europa, finish di posisi ketiga Premier League 2018-2019. Bisa masuk dalam final Piala Liga Inggris, meskipun kalah karena pemain bintang mulai bertindak egois.

Baca juga : Janji Manis Pelatih Baru Juventus Untuk CR7

Sarri memaparkan kembali, jika Chelsea tidak bisa dibandingkan dengan Napoli. Klub Italia tersebut memiliki kekompakan berbeda dan inilah yang dibutuhkan dalam sepak bola, sedangkan Chelsea memiliki tingkat individualis yang tinggi. Bayangkan saja, tujuh hingga delapan pemain yang ada di lapangan, The Blues punya keinginan bermain secara individu.

Sedangkan pemain Napoli lebih menerapkan permainan solid dan efektif, sehingga tidak akan mudah dikalahkan lawan begitu saja. Perbandingan ini memang tidak bisa sama, pasalnya pemain Napoli dan Chelsea tidak akan pernah sejajar. Ini tentu menjawab alasan besar, kenapa Sarri tidak bisa memberikan perubahan pada Chelsea.

Namun untuk melancarkan serangan langsung di lapangan untuk membalas The Blues, Maurizio Sarri harus bersabar terlebih dahulu. Pasalnya Chelsea tidak memiliki jadwal pramusim dalam waktu dekat dengan Juventus, bisa jadi nantinya akan bertemu di Liga Champions, ini jadi waktu yang tepat untuk mengatakan dirinya bukan pelatih yang gagal.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment