by

Mauricio Pochettino Melihat Penampilan Tottenham Hotspur Bak AC Milan dan FC Barcelona

Mauricio Pochettino yang merupakan manajer Tottenham Hotspur melihat klubnya berlaga seperti AC Milan dan FC Barcelona ketika menaklukkan Borussia Dortmund pada pertandingan leg pertama tahap 16 besar di Liga Champions.

Mauricio Pochettino mengatakan dirinya bahagia dengan kesuksesan Tottenham Hotspur yang memenangkan laga atas Borussia Dortmund dengan skor akhir 3-0 yang digelar hari Rabu (13/2/2019) di Stadion Wembley.

Selain itu, Tottenham Hotspur berlaga tanpa beberapa pemain utama pada pertandingan leg pertama tahap 16 besar di Liga Champions itu.

“Saya bahagia dengan kondisi dan penampilan yang kami alami pada laga tersebut,” kata Mauricio Pochettino yang dikutip melalui Sky Sports.

The Lilywhites belum mampu memainkan Dele Alli serta Harry Kane di lini serang lantaran kedua mengalami cedera cukup serius.

Upaya untuk melibatkan Fernando Llorente menjadi penyerang murni, Mauricio Pochettino rupanya menurunkan Son Heung Min sebagai sayap serta Lucas Moura selaku gelandang serang untuk menempati lini posisi depan.

Kemudian, keduanya juga bermain bersama Jan Vertonghen yang ditunjuk sebagai wingback posisi kiri.

Sebab, Danny Rone menderita cedera bagian tulang kering sementara Ben Davies masih menjalani fase pemulihan akibat terkena cedera pada pangkal paha.

Akan tetapi, kondisi yang sangat terbatas tersebut membuat Christian Eriksen dkk justru berhasil menorehkan kemenangan telak atas Borussia Dortmund tanpa balas gol di laga ajang Liga Champions itu.

Tottenham Hotspur sukses mencetak tiga gol yang tercipta melalui tendangan Son Heung Min di menit ke-47, Jan Vertonghen pada menit ke-83 dan menit ke-86 dari lesakan Fernando Llorente.

Sementara itu, performa terbaik Tottenham Hotspur dengan keterbatasan jumlah pemain membuat Mauricio Pochettino tidak enggan menyetarakan timnya bersama FC Barcelona ketika ditangani Johan Cruyff pada tahun 1988 hingga 1996 silam, serta AC Milan saat dilatih Arrigo Sacchi pada periode 1987 sampai 1997 dan 1996 hingga 1997.

“Itu luar biasa lantaran harapan semua orang saat melihat Tottenham Hotspur bukan sekadar menang, namun untuk menyaksikan performa klub impian bak AC Milan bersama Arrigo Sacchi maupun FC Barcelona dengan Johan Cruyff,” ujar Mauricio Pochettino.

Related Post

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed