by

MU Oleng Lagi, Matic Bersikeras Ingin Klub Pertahankan Solskjaer

Gelandang jangkar Manchester United, Nemanja Matic, berharap pihak managemen klub mempertahankan servis sang pelatih interim, Ole Gunnar Solskjaer, musim depan, kendati belakangan timnya menelan dua hasil buruk secara beruntun di bawah kendali pria asal Norwegia tersebut.

Ole Gunnar Solskjaer didapuk sebagai juru taktik sementara Manchester United pada bulan Desember 2018 lalu, menggantikan peran yang sebelumnya diemban Jose Mourinho. Di awal kedatangannya, mantan penukang Molde FK sukses mengatrol performa Paul Pogba dkk, hingga si Iblis Merah bangkit dan meraih sejumlah hasil positif, termasuk lolos ke babak perempat final Liga Champions 2018/2019.

Akan tetapi, kiprah Manchester United belakangan kembali oleng. Setelah dibantai Arsenal 0-2 tanpa balas pada matchweek ke-30 Liga Primer Inggris 2018/2019 di Emirates Stadium, Minggu, 10 Maret 2019 lalu, armada besutan Solskjaer lanjut dipecundangi Wolverhampton Wanderers 1-2 pada perempat final Piala FA di Molineux Stadium, Minggu 17 Maret 2019.

Fatalnya, dua hasil minor tersebut kontan membuat The Red Devils semakin terancam gagal finis di posisi 4 besar klasemen akhir Premier League, juga kehilangan kans untuk bisa menyudahi musim dengan raihan trofi. Kini satu-satunya peluang mereka untuk menyabet gelar cuma tersisa di ajang Liga Champions, itu pun cenderung sulit karena harus berhadapan dengan FC Barcelona di babak perempat final.

Matic: Solskjaer Laik Dipertahankan

Namun begitu, fakta ini tak lantas membuat Matic ragu akan kemampuan Solskjaer. Gelandang asal Serbia menilai pelatih berumur 46 tahun laik dipertahankan, sebab ia merupakan sosok yang paling tepat untuk menangani The Red Devils.

“Saya ingin Ole tetap di sini. Dia adalah seorang Manager hebat. Saya yakin dia akan segera mengubah situasi ini, dan kami akan kembali tampil jauh lebih baik dari sebelumnya,” kata Nemanja Matic, sebagaimana dikutip dari laman resmi Manchester United.

Pantang Kendor di Delapan Sisa Laga EPL

Lebih jauh, pemain berumur 32 tahun memastikan timnya akan menyikapi delapan pertandingan terakhir di Liga Primer Inggris 2018/2018 tak ubahnya pertarungan final.

“Mulai sekarang, kami harus benar-benar memberikan segala yang terbaik untuk bisa mencapai empat besar. Kita tidak akan membiarkannya terus seperti ini,” tegasnya.

“Kami semua tahu Chelsea, Arsenal, dan Tottenham akan memberikan yang terbaik untuk bisa berada di 4 besar. Namun jika Anda melihat ke belakang, dua bulan lalu kami tertinggal 11 poin di belakang Chelsea, tapi sekarang kami berada dalam posisi yang jauh lebih baik. Kami memiliki delapan laga final untuk dimainkan, jadi kami harus belajar dari semua kesalahan ini,” tutup mantan punggawa The Blues tersebut.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed