by

Pelatih Arsenal Sarankn Matteo Guendouzi Segera Cukur Rambut

Pelatih Arsenal, Unai Emery meminta kepada Matteo Guendouzi untuk segera mungkin mencukur rambutnya jika tak ini dijambak lagi. Pada laga kontrak Manchester United, Matteo Guendouzi dijambak oleh Marouane Fellaine, Pemain klub Liga Inggris Manchester United itu terlihat cemburu dengan rambutnya.

Insiden penjambakan rambut Matteo Guendouzi oleh Marouane Fellaini itu terjadi para pertandingan Manchester United melawan Arsenal di pekan ke-15 tersebut tak dianggap main-main oleh pelatih Arsenal, Unai Emery. Untuk itulah sang pelatih meminta Guendouzi segera memangkas rambutnya itu.

Pada pertandingan antara Arsenal melawan Manchester United yang berakhir imbang 2-2, Guendouzi terlihat cukup sering berduel dengan Fellaini. Seperti halnya ketika Guendouzi menguasai bola di lapangan tengah, Fellaini dengan cepat menutup ruang gerak Guendouzi dan Fellaini berusaha mengganggunya dengan cara menjambak rambut Guendouzi.

Karena hal tersebut sesaat setelah pertandingan usia Unai Emery dengan gaya bercanda namun serius meminta sebaiknya Guendouzi segera memangkas rambutnya seperti Fellaini.

Sebelumnya Fellaini telah membuat para fans Setan Merah heboh setelah memangkas rambutnya. Fellaini terlihat jauh lebih rapi dengan gaya ramput cepak dan karena ini Emery menilai Guendouzi harus juga mau mencukup rambutnya tersebut.

“Menurut saya yang terbaik untuk pertandingan berikutnya adalah Matteo Guendouzi sudah mencukur rambutnya, dan masalah ini pasti langsung selesai. Sama seperti yang sudah dilakukan oleh Marouane Fellaini!” canda Emery sambil mengingat kejadian unik tersebut.

“Hal yang sama juga pernah terjadi ketika saya masih bermain dulu. Hari ini dengan banyaknya kamera yang ada dimana-mana, membuat semua situasi yang terjadi dalam lapangan selama 90 menit bisa terlihat dengan jelas.” imbuhnya

Karena hal itulah pelatih Emery secara pribadi meminta kepada pemain gelandangnya itu untuk segera memangkas rambutnya, suapaya insiden tersebut tidak terjadi lagi.

“Bagi saya pribadi, beberapa pertanyaan masih lebih pantas untuk para pemain di lapangan saja. Kalau memang hal itu bukan aksi yang bagus untuk dilakukan, mereka bisa saja menerima kartu. Saat di lapangan, ada banyak situasi yang bisa terjadi, dan itu sudah terjadi di antara pemain,” pungkasnya mencoba bijak sikapi masalah.

Related Post

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed