by

Pemain Parma Emanuele Calaiò Main Sabun, Demi Klubnya Naik Kelas Ke Serie A

Bocornya kutipan pesan singkat Whatsapp yang bernada manipulatif terkait dengan pertandingan di Serie A Liga Italia musim ini ke pihak yang berwenang benar-benar menjadi awal malapetaka bagi pemain Parma, namun menjadi berkah bagi Klub. Pemain senior Parma yang berseragam kuning biru ini didakwa melakukan pengaturan skor dalam pertandingannya melawan Spezia di Serie B musim lalu. Sosok tersangka yang didapati melakukan konspirasi dalam pesan singkat itu adalah Emanuele Calaiò, ia diberikan sanksi berupa larangan bermain selama 2 tahun.

Mungkin terdengar sepele, bagaimana mungkin sebuah pesan singkat dapat membuat seorang berakhir dengan hukuman berat, selain larangan bermain ia juga terkena denda sebesar 17,800 poundsterling.

Pengadilan Federal Italia yang menangani masalah ini fokus pada pesan singkat tersebut, mereka menganggap kemenangan Parma atas Spezia kala itu berkaitan dengan konspirasi pemain dari kedua belah pihak. Kutipan Calaiò pertama kali ditujukan untuk pemain belakang Spezia, Filippo De Col empat hari sebelum pertandingan, Calaiò menekankan supaya De Col memberikan ruang untuk striker Parma untuk dapat mencetak gol, dan memenangkan pertandingan.

Artikel Lain : Di Bully Penggemarnya Sendiri, Ozil Lempar Handuk

Kurang jelas apakah nada pesan singkat ini mengarah ke sebuah ancaman atau memang mereka sudah kenal dekat. Dan tiga pesan singkat lainnya pun berisi kurang lebih sama, agar De Col dan teman-teman lainnya di lini belakang Spezia bermain longgar demi kemenangan Parma.

Hasilnya, Parma berhasil memenangkan pertandingan dengan mutlak dan naik peringkat ke Seri A meski dikurangi 5 poin di klasemen Seri A sebagai hukuman dan sanksi atas kasus tersebut, meski faktanya Parma sedang dalam kondisi yang buruk setelah 3 tahun yang lalu ditetapkan mengalami kebangkrutan. Dan pertandingan yang sangat menentukan dengan Spezia tersebut menjadi titik tolak Parma untuk meraih impian kembali menjadi klub Serie A seperti di zaman keemasan mereka di 90an.

Terkait dengan tuntutan yang sedang berlangsung, klub berniat untuk mengajukan banding atas tuntutan pengadilan karena sebelum menjatuhkan sanksi, pengadilan seharusnya melakukan penyidikan lebih dalam lagi terkait hal ini. Klub juga menyangkal tuntutan, karena menganggap kasus seperti ini sudah tidak aktual lagi di zaman sekarang.

Sumber : The Guardian.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed