by

Satgas Anti Mafia Bola Periksa Joko Driyono Selama 20 jam

Satgas Anti Mafia Bola mempertemukan Joko Driyono dan Mbah Putih, 2 tokoh PSSI yang diduga terlibat pengaturan skor. Seperti dilansir oleh Jawa Pos, Joko Driyono selaku PLT Ketua Umum PSISI diperiksa selama 20 jam pada 19 Februari. Selama Pemeriksaan tersebut, Jokdri sapaan akrab Joko Driyono dipertemukan dengan Mbah Putih yang merupakan tersangka kasus pengaturan skor.

Kinerja Satgas Anti Mafia Bola dalam mengungkap skandal persepakbolaan Indonesia menunjukan progres yang cukup signifikan. Setelah menahan beberapa tersangka seperti Johar Lin Eng, Vigit Waluyo dan Mbah Putih kini Satgas sedang memeriksa Joko Driyono.

Diperiksanya Jokdri diduga terkait dengan keterlibatan pria yang sudah berkecimpung di PSSI sejak era Nurdin Halid dengan skandal pengaturan skor. Sebelumnya Jokdri juga dijadikan tersangka sebagai salah satu aktor intelektual dalam pemusnahan beberapa dokumen PSISI yang dilakukan oleh 3 Office Boy.  

Dilansir dari Jawa Pos, Jokdri dikabarkan dipertemukan dengan Mbah Putih yang merupakan mantan anggota Exco PSSI Jawa Tengah. Mbah Putih terbukti terlibat dalam pengaturan skor berdasarkan laporan dari Lasmi Indrayani, Manajer Persibara Banjarnegara.

Ditanya mengenai apakah dirinya dipertemukan dengan Mbah Putih selama proses penyidikan, Jokdri enggan menjawab secara gamblang.

“ Saya kira itu nanti saja” ujar Jokdri singkat pasca usai menjalani pemeriksaan pada 19 Februari kemarin.

Terpisah Ketua Satgas Anti Mafia Bola, Argo Yuwono menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap Jok Driyono akan dilanjutkan pada hari Kamis 21 Februari bertempat di Polda Metro Jaya. Pada pemeriksaan pertama yang berlangsung selama 20 jam, Argo mengungkapkan jika Jokdri telah menjawa 17 dari 32 pertanyaan yang diajukan penyidik.

“Joko Driyono meminta untuk menunda sisa pertanyaan yang ada karena ingin terlebih dahulu istirahat. Penyelidikan akan dilanjutkan pada Kamis 21 Februari nanti” ucap Argo

Argo juga menambahkan jika pada penyelidikan yang pertama, pertanyaan fokus kepada keterlibatan Joko Driyono dalam perusakan barang bukti di Kantor Polisi yang telah disegel kepolisian dan belum masuk ke kasus lain.

Dengan ditetapkannya Jokdri sebagai tersangka oleh Satgas Anti Mafia Bola maka mau tidak mau, PSSI wajib untuk melakukan Konfrensi Luar Biasa. Momen ini dianggap sangat tepat untuk mengawali Revolusi Sepakbola Indonesia.

Satgas Anti Mafia Bola mempertemukan Joko Driyono dan Mbah Putih, 2 tokoh PSSI yang diduga terlibat pengaturan skor. Seperti dilansir oleh Jawa Pos, Joko Driyono selaku PLT Ketua Umum PSISI diperiksa selama 20 jam pada 19 Februari. Selama Pemeriksaan tersebut, Jokdri sapaan akrab Joko Driyono dipertemukan dengan Mbah Putih yang merupakan tersangka kasus pengaturan skor.

Kinerja Satgas Anti Mafia Bola dalam mengungkap skandal persepakbolaan Indonesia menunjukan progres yang cukup signifikan. Setelah menahan beberapa tersangka seperti Johar Lin Eng, Vigit Waluyo dan Mbah Putih kini Satgas sedang memeriksa Joko Driyono.

Diperiksanya Jokdri diduga terkait dengan keterlibatan pria yang sudah berkecimpung di PSSI sejak era Nurdin Halid dengan skandal pengaturan skor. Sebelumnya Jokdri juga dijadikan tersangka sebagai salah satu aktor intelektual dalam pemusnahan beberapa dokumen PSISI yang dilakukan oleh 3 Office Boy.  

Dilansir dari Jawa Pos, Jokdri dikabarkan dipertemukan dengan Mbah Putih yang merupakan mantan anggota Exco PSSI Jawa Tengah. Mbah Putih terbukti terlibat dalam pengaturan skor berdasarkan laporan dari Lasmi Indrayani, Manajer Persibara Banjarnegara.

Ditanya mengenai apakah dirinya dipertemukan dengan Mbah Putih selama proses penyidikan, Jokdri enggan menjawab secara gamblang.

“ Saya kira itu nanti saja” ujar Jokdri singkat pasca usai menjalani pemeriksaan pada 19 Februari kemarin.

Terpisah Ketua Satgas Anti Mafia Bola, Argo Yuwono menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap Jok Driyono akan dilanjutkan pada hari Kamis 21 Februari bertempat di Polda Metro Jaya. Pada pemeriksaan pertama yang berlangsung selama 20 jam, Argo mengungkapkan jika Jokdri telah menjawa 17 dari 32 pertanyaan yang diajukan penyidik.

“Joko Driyono meminta untuk menunda sisa pertanyaan yang ada karena ingin terlebih dahulu istirahat. Penyelidikan akan dilanjutkan pada Kamis 21 Februari nanti” ucap Argo

Argo juga menambahkan jika pada penyelidikan yang pertama, pertanyaan fokus kepada keterlibatan Joko Driyono dalam perusakan barang bukti di Kantor Polisi yang telah disegel kepolisian dan belum masuk ke kasus lain.

Dengan ditetapkannya Jokdri sebagai tersangka oleh Satgas Anti Mafia Bola maka mau tidak mau, PSSI wajib untuk melakukan Konfrensi Luar Biasa. Momen ini dianggap sangat tepat untuk mengawali Revolusi Sepakbola Indonesia.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed