by

Tak Sudi Lihat Liverpool Juarai Premier League, Alasan Utama Rooney Tinggalkan Everton

Mantan penyerang Everton sekaligus legenda Manchester United, Wayne Rooney, mengungkap alasan lain di balik keputusan hijrahnya ke salah satu klub Amerika Serikat, DC United. Penyerang veteran berumur 33 tahun mengaku sudi melihat rival sekota The Toffees, Liverpool, sukses keluar sebagai juara Liga Primer Inggris 2018/2019.

Wayne Rooney mengakhiri kiprah ke-2nya bersama Everton pada musim panas 2018 lalu, dan mengambil keputusaan hijrah ke Amerika Serikat untuk memperkuat DC United. Semula faktor umur yang menggerus kualitas performanya dianggap sebagai hal yang mendasari sang bomber pergi meninggalkan tanah kelahiran serta klub masa kecilnya, mengingat kompetisi di Negeri Paman Sam tak seketat di Eropa. Namun ternyata, pria Inggris kini mengungkap alasan lain di balik keputusan besarnya tersebut.

Tak Sudi Melihat Liverpool Juara

Dikatakan Rooney, sebagai Evertonian, dirinya tentu tak sudi menyaksikan Liverpool berhasil menjadi kampiun di ajang Premier League. Bahkan dia lebih rela rival sekota Manchester United, yakni Manchester City, yang kembali merengkuh gelar juara kompetisi kasta tertingi sepakbola Inggris tersebut ketimbang The Anfield Gank.

Trofi Premier League musim 2018/2019 ini memang hanya menjadi rebutan dua tim saja, yakni Liverpool dan Manchester City. Hingga pekan ke-31, The Reds yang sudah melakoni 31 pertandingan tercatat berada di posisi puncak klasemen sementara dengan perolehan 76 poin, unggul dua angka dari Manchester City yang baru menunaikan 30 laga di peringkat runner up.

“Saya harap Manchester City berhasil melalui garis akhir sebelum Liverpool. Saya tidak sanggup melihat mereka (The Reds) memenangkannya, sebab itu akan menjadi mimpi buruk bagi seluruh Evertonian,” kata Wayne Rooney kepada talkSPORT.

Suporter Liverpool Lebay

Lebih jauh, Rooney mengaku paham betul bagaimana berlebihannya sikap para pendukung Liverpool ketika klub kesayangan mereka sukses menggondol trofi juara ke Anfield Stadium. Satu gelar saja, kata dia, sudah cukup membuat Liverpudlian pongah selama bertahun-tahun.

“Saya ingat pada tahun 2005 lalu ketika mereka memenangkan trofi Liga Champions. Mereka masih saja membicarakannya hingga sekarang, padahal itu sudah berlangsung selama 10 atau 15 tahun,” kesalnya.

“Jadi menurut saya adalah sebuah alasan bagus untuk meninggalkan Negara ketika keduanya sedang bersaing memperebutkan gelar,” tutup top skorer sepanjang masa The Red Devils tersebut.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed