by

Tiemoue Bakayoko Akui Tidak Pernah Dibutuhkan Skuat Chelsea

Tiemoue Bakayoko mengungkapkan alasannya angkat kaki dari Chelsea dan lebih memilih membela skuat utama AC Milan.

Tiemoue Bakayoko selaku gelandang asal Prancis bermain sebagai salah satu pilar penting AC Milan di lini posisi tengah.

Usai sempat disebut transfer gagal AC Milan tahun ini, Tiemoue Bakayoko berubah menjadi sosok gelandang bertahan terbaik dan membawa I Rossoneri menduduki peringkat empat besar ajang Liga Italia.

Selain itu, Tiemoue Bakayoko memiliki perjalanan karir cukup berliku setelah ia hengkang dari AS Monaco, yakni klub yang melambungkan namanya.

Ia memilih memperkuat Chelsea pada tahun 2017 hingga 2018 setelah membawa AS Monaco meraih gelar juara ajang Liga Prancis, tetapi Tiemoue Bakayoko ternyata gagal menorehkan prestasi serupa dengan tim asal Kota London | Inggris itu.

Tak hanya itu, performanya yang buruk di era kepelatihan Antonio Conte, serta ketika Chelsea ditangani Maurizio Sarri, Tiemoue Bakayoko justru bermain bersama AC Milan pada awal periode 2018 sampai 2019 dengan status sebagai pinjaman.

Tiemoue Bakayoko menegaskan bahwa dirinya memutuskan pilihannya dengan cepat ketika mendapatkan penawaran dari AC Milan lantaran kondisinya di kubu Stamford Bridge sangat buruk dimana ia seperti tidak dibutuhkan untuk bermain bersama Eden Hazard dkk.

“Saya hengkang dari Chelsea lantaran saya menilai tim tidak membutuhkan saya lagi. Saya setahun di sana namun tidak sesuai harapan yang diinginkan,” ujar Tiemoue Bakayoko yang dilansir melalui website asal Prancis, yakni Bro Stories.

“Ada saatnya dimana keputusan sederhana dan rumit muncul bersamaan dan harus diambil lantaran Chelsea tetap Chelsea dan saya sama sekali tidak mengira bahwa saya telah menampilkan kemampuan saya, hal itu tidak memuaskan. Lalu, keputusan tersebut mudah lantaran saya tidak pernah berpikir akan selalu bergantung pada saya sementara sulit untuk menolak tawaran AC Milan.”

“Transisi di AC Milan berjalan dengan cepat, saya telah memulainya dan saya tidak senang namun saya pun tidak sedih karena tidak berlaga dan dimainkan pelatih untuk bertanding. Semuanya telah terjadi sangat cepat.”

“Semuanya berlangsung dengan baik. Sulit untuk bangkit dan kemungkinan besar untuk karir perdana saya tidak mudah dimana tim yang menginginkan anda untuk periode yang masih digelar. Tidak mudah namun saya wajib menjalani fase seperti ini.”

“Itu menolong saya menyelesaikan masalah dari pengalaman yang saat dapatkan saat ini. Saya juga siap melihat beberapa peristiwa yang sulit, saya rasa saya telah bersiap lebih unggul dari sebelumnya,” ungkapnya.

Related Post

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed