by

Valverde Tetap Aman di Barcelona, Ini Alasannya!

Posisi Ernesto Valverde nampaknya belum juga tergoyahkan, sekalipun Barcelona mendapatkan serangkaian kegagalan dalam sepekan ini. Bagaimana tidak, gagal menyandang treble winner, apalagi setelah kegagalan 0-4 kontra Liverpool. Sehingga menandaskan langkah di babak semifinal, jadi drama dramatis yang bisa menumbangkan posisi nahkoda kapal Blaugrana.

Tapi apa yang terjadi, Balverde tetap dalam posisi aman dengan berbagai macam pertimbangan, kekalahan dramatis di Anfield bukan akhir karirnya. Tampil mendominasi dan terlihat meyakinkan, nyatanya memberikan peluang Divock Origi mencetak gol di menit ke7, bahkan secara beruntun Georgino Wihnaldum mencetak gol di menit ke-54 dan ke-56.

Nampaknya ini bukti, jika ada kesalahan di dalam tubuh internal itu sendiri, sayangnya Barcelona tidak ada keinginan untuk menggantikan sang pelatih. Pasalnya, Valverde dikenal sebagai pelatih pragmatis, sehingga akan membuat kemiripan pertandingan, bahkan bisa dengan mudah diprediksi pada pertandingan mendatang.

Bisa jadi, inilah yang membuat Liverpool bisa membuat kemenangan besar, bahkan tanpa balas. Bahkan hanya mengandalkan Lionel Messi, Valverde tidak punya opsi lain dan team terlumpuhkan seketika. Ini strategi jenius yang diterapkan The Reds.

Baca juga :Pernah Terpeleset, Busquets Minta Barca Tak Terlena Keunggulan Besar di Klasemen 

Memenangkan La Liga, bukan berarti Barcenola memiliki mental juara. Nyatanya gagal bersaing di kompetisi eropa, permainan yang mudah ditebak jadi kelemahan utama. Inilah yang menyebabkan kekalahan kontra AS Roma, sebelum dibantai Liverpool. Sayangnya, ini tidak mencari lecutan bagi Valverde untuk memberikan formula lebih baik di musim mendatang.

Satu lagi, alasan kenapa Barcelona tetap memberikan kursi kepemimpinan tertinggi pada Vaverde, pasalnya tidak ada rencana cadangan untuk masa depan klub mendatang. Awalnya Barcelona memang menjanjikan kemenangan, apalagi dengan dominasi permainan, bahkan bisa memberikan tekanan hingga tidak ada lagi gol di babak pertama.

Tapi malapetaka terjadi di babak kedua, dimana  Philippe Coutinho tidak memberikan penampilan bagus. Baru menyadari kesalahan di menit ke-60, tapi kesalahan serupa juga saat memilih Sergi Roberto. Bahkan tanpa ada penarikan sama sekali, bermain penuh tanpa memberikan banyak kontribusi.

Padahal di atas kertas, sudah jelas Barcelona lebih unggul dari Liverpool. Sepertinya yang harus disoroti, duel formula Jurgen Klopp dan Ernesto Valverde, nyatanya Klopp berani memberikan penuh dan rencana besar untuk The Reds tampil lebih baik. Pasalnya kekalahan kontra Real Madrid lalu, jadi noda hitam dalam karirnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed