by

Watford Siap Rusak Keyakinan MU Terhadap Solskjaer

Manchester United akan menjamu Watford di Old Trafford Stadium, Sabtu, 30 Maret 2019 nanti malam WIB, dalam matchweek ke-31 Liga Primer Inggris 2018/2019. Laga ini akan menjadi debut Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih tetap si Iblis Merah.

Setelah kurang-lebih tiga bulan berstatus interim, Manchester United akhirnya resmi mengangkat Solskjaer sebagai Manager tetap mereka pada Kamis, 28 Maret 2019, kemarin. The Red Devils mengikat pria asal Norwegia dengan kontrak berdurasi tiga tahun, yang akan membuatnya bertahan di Old Trafford hingga Juni 2022 mendatang. Solskjaer dipercaya sanggup membawa klub kembali ke puncak kejayaan.

Ancaman Watford

Namun begitu, Javi Gracia selaku juru taktik Watford melayangkan ancaman bagi Manchester United dan sang nahkoda anyar. Pelatih berkebangsaan Spanyol mengaku siap merusak keyakinan si Iblis Merah terhadap Solskjaer sedini mungkin, dengan memberi mereka kekalahan pada matchweek ke-31 Liga Primer Inggris 2018/2019 nanti malam.

Manchester United menjamu Watford dengan bekal dua kekalahan beruntun. Namun begitu, si Iblis Merah secara kesuluruhan terbilang sukses meraih hasil positif di bawah kendali Solskjaer. Sementara sang penantang, The Hornets, termaktub selalu menorehkan rekor buruk dengan menelan 8 kekalahan dari 8 pertemuan terakhir melawan tim-tim peringkat 6 besar Liga Primer Inggris musim ini.

Kendati demikian, statistik minor tersebut tak sedikitpun membuat keyakinan Gracia untuk bisa merusak romantisme kubu Old Trafford dengan Solskjaer memudar.

“Pertama-tama saya ucapkan selamat kepada Ole. Saat ini MU merupakan salah satu tim yang memiliki performa lebih baik. Mereka bermain sangat bagus. Jika klub memperpanjang kontraknya, dan Manager memutuskan bertahan, itu karena mereka semua merasa bahagia. MU Berada pada posisi bagus untuk terus berkembang, dan mereka memiliki banyak pemain hebat serta segala yang dibutuhkan. Mereka bisa meraih apa pun yang diinginkan,” buka Javi Gracia, sebagaimana dikutip dari Sportsmole.

“Saya akui bahwa bermain melawan MU selalu menyulitkan. Namun, kami juga selalu tampil sangat bagus ketika berhadapan dengan mereka. Kami memang kalah, tetapi laga selalu berlangsung ketat dengan skor akhir yang tipis, 1-0 dan 2-1. Saya yakin kami mempunyai peluang mengalahkan mereka selama kami bermain sesuai rencana,” tutup pelatih berumur 48 tahun tersebut.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed